Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Sehat Berenergi dengan Bahan Bakar Alami


Jadwal pekerjaan padat di saat Anda tidak mendapat cukup waktu beristirahat, bisa membuat tubuh kelelahan dan mudah terkena penyakit. Untuk menghindarinya, makanan yang Anda konsumsi harus bisa menghasilkan energi yang maksimal.
Selama ini agar tubuh tetap berenergi di tengah kesibukan, Anda bisa mengonsumsi suplemen makanan atau vitamin. Selain itu, sebenarnya ada cara lain agar tubuh tetap berenergi, yaitu dengan mengonsumsi tiga makanan berikut, yang dikutip dari Eatingwell.com.




1. Madu
Penelitian menunjukkan bahwa karbohidrat yang dihancurkan (makanan yang mengandung fruktosa dan glukosa) bisa menjadi lebih unggul untuk memproduksi glukosa dalam meningkatkan energi selama beraktivitas.
Sebelum Anda mengonsumsi suplemen atau minum minuman berenergi, pertimbangkanlah gula alami yang memiliki fruktosa, glukosa, antioksidan dan vitamin, yaitu madu. Konsumsilah satu sendok makan penuh madu sebelum beraktivitas. Makanan super ini tidak hanya membuat Anda lebih berenergi, tetapi juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.



 

2. Susu cokelat
Sebuah penelitian pada 2006 menemukan bahwa susu cokelat membantu atlet yang sedang kelelahan kembali berstamina, dibandingkan minuman berenergi. Dalam studi tersebut, sembilan pembalap sepeda, bersepeda hingga kelelahan, kemudian mereka beristirahat selama empat jam, dan kembali bersepeda.
Selama masa istirahat, sebagian dari mereka  minum susu cokelat rendah lemak, dan sebagian lagi mengonsumsi minuman energi dan elektrolit. Para pembalap yang minum susu cokelat, dapat bersepeda sekitar 50 persen lebih lama dibandingkan pembalap yang mengonsumsi minuman energi. Jadi, jika Anda kelelahan minumamlah segera susu cokelat rendah lemak untuk mengembalikan stamina.




3. Yogurt
Kurang istirahat berdampak pada menurunnya kerja sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat seseorang mudah terkena infeksi saluran pernafasan atas(ISPA), tetapi penelitian menunjukkan probiotik yang aktif dan hidup dalam yogurt, dapat membuat seseorang tetap fit.
Studi terhadap 20 atlet pada 2008 (dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine), menemukan bahwa konsumsi kapsul probiotik setiap hari meningkatkan aktivitas sel kekebalan tubuh para atlet serta membuat atlet yang terkena ISPA, sembuh lebih cepat. Tidak hanya itu probiotik juga dapat mengurangi rasa mual yang biasanya muncul saat gugup. Jadi, konsumsilah selalu yogurt agar Anda tidak mudah terkena penyakit.

Obat Herbal Pembasmi Sariawan

 

Menderita sariawan atau stomatitis apthosa sungguh menyiksa. Radang yang terjadi di daerah mukosa mulut berupa bercak putih itu bahkan bisa membuat Anda malas makan dan bicara.
Ada berbagai cara untuk menyembuhkan sariawan. Salah satunya adalah dengan meracik obat herbal berbahan dasar tanaman saga.
Tanaman dengan nama latin Abrus Precatoris ini termasuk jenis tumbuhan liar yang hidup di semak belukar atau biasa dijadikan tanaman pekarangan. Tanaman saga, terutama daun dan akarnya, mengandung protein, vitamin A, B1, B6, C, kalsium oksalat, glisirizin, flisirizinat, polygalacturomic acid, dan pentosan.
Selain sariawan, tanaman saga juga berkhasiat menyembuhkan amandel dan radang pada mata. Berikut resep mujarab berbahan saga.
Daun Saga

1. Sariawan
Bahan: daun saga secukupnya
Cara membuat: daun saga yang masih baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu.
Cara menggunakan: dikunyah-kunyah sampai halus sambil untuk kumur.

2. Amandel
Bahan: akar saga secukupnya, sepotong kayu manis, dan gula batu secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal menyisakan air separuhnya.
Cara menggunakan: disaring dan diminum satu gelas setiap pagi dan sore.

3. Radang Mata
Bahan: segenggam daun saga
Cara membuat: daun saga digiling halus, kemudian direbus dengan dua gelas air untuk diambil uapnya.
Cara menggunakan: uap air daun saga tersebut dipakai untuk obat tetes mata.

Kenali Mitos Seputar Tidur


- Setiap hari, seluruh manusia di bumi pasti tidur. Namun begitu, masih banyak misteri yang belum terungkap tentang kondisi tanpa kesadaran ini. Misalnya, tentang apa yang sesungguhnya terjadi saat kita tertidur.

Ada berbagai mitos dan penjelasan tentang berbagai aspek tidur, mulai dari soal mimpi hingga apa yang dialami tubuh saat mata terpejam. Yang pasti, kebanyakan aspek seputar tidur bersifat individual, sebut saja soal batasan waktu ideal untuk tidur. Mengetahui sedikit saja tentang tidur mungkin akan membantu kita memahami fungsi tidur dan mendapatkan tidur berkualitas. Berikut beberapa mitos seputar tidur.

    




Setiap orang butuh tidur 8 di malam hari
Delapan jam selama ini dianggap sebagai standar baku waktu tidur, padahal sesungguhnya jumlah waktu tidur tiap orang bervariasi. Kebanyakan orang tidur 7-9 jam, tapi tak sedikit yang cukup tidur 4 jam, dan yang lain lagi tidur hingga 12 jam baru merasa segar.

Meski begitu, kita bisa memperkirakan sendiri berapa waktu tidur yang dibutuhkan tubuh. "Memang tidak ada alat tes untuk mengetahui kebutuhan tidur, namun kuncinya adalah jika kita masih merasa lesu saat bangun, itu berarti kita kurang tidur," kata Philip Gehrman, direktur klinik masalah tidur di Amerika.

Kurang Tidur tak pengaruhi aktivitas
Nyatanya memang ada orang-orang yang punya jam tidur lebih sedikit dibanding kebanyakan orang namun tetap beraktivitas normal. Menurut Gehrman, orang-orang dalam kelompok ini disebut juga "short sleepers".

Orang-orang yang mengklaim tidak tidur di saat malam, ketika diobservasi di laboratorium tidur ternyata sebagian otaknya "mati", jadi meski mereka tidak dalam kondisi sadar, mereka merasa sadar. "Bila mereka mengaku cuma tidur dua jam tapi tetap fit dalam beraktivitas, maka mungkin sebenarnya mereka tidur lebih lama dari itu," katanya.

Orang yang terbiasa tidur sebentar itu mungkin tetap fit, namun belum jelas juga apakah mereka akan beraktivitas lebih optimal jika mereka tidur lebih lama lagi. Lagipula, tidur kurang dari empat jam mungkin masih bisa ditoleransi tubuh selama 2-3 hari saja sebelum berpengaruh pada kemampuan tubuh.

Makin tua, kebutuhan tidur berkurang
Yang pasti, semakin lanjut usia, makin banyak gangguan tidur yang dialami sehingga kuantitas tidur pun berkurang. "Waktu tidur di malam hari mungkin lebih sedikit, tapi biasanya di siang hari mereka juga tidur. Jadi dalam 24 jam waktunya masih sama, sekitar 7-8 jam," kata Dr.Alon Avidan, ketua program gangguan tidur dari UCLA. Menganggap orang tua tidak perlu tidur cukup adalah mitos yang menyesatkan.

Tidur siang untuk "membayar" hutang tidur
Bila kita sulit mencari pengganti tidur yang berkualitas di malam hari, tidur siang bisa jadi solusi singkat untuk mengatasi rasa lelah dan kantuk di sela aktivitas siang hari. Para ahli menyebutkan tidur siang yang paling menyegarkan adalah sekitar jam 1-3 sore dengan durasi 15-20 menit. Tidur siang terlalu sore tidak disarankan karena akan membuat kita sulit tidur di malam hari.
Memperpanjang tidur di akhir pekan menyegarkan
Banyak orang memanfaatkan akhir pekan untuk mengganti waktu tidur yang kurang di hari lain. Sebenarnya memperpanjang tidur 1-2 jam di akhir pekan bermanfaat positif, asalkan memulainya tidak terlalu lama dari waktu tidur normal. Jangan sampai hari Minggu malam Anda justru sulit tidur karena di Minggu pagi Anda bangun terlalu siang.

Olahraga sebelum tidur membuat nyenyak
Pada sebagian orang, olahraga sebelum tidur bisa membuat mata lebih cepat terpejam, tapi tidak demikan halnya pada sebagian orang. Bagi Anda yang mengalami insomnia, tak ada salahnya bereksperimen dengan mencoba olahraga sebelum tidur. Dengan mencoba berbagai cara, kita bisa menemukan "pengantar" tidur yang paling tepat untuk kita.

 Seks sebelum tidur bikin sulit tidur
Bila seks yang dilakukan kurang memuaskan, mungkin orang tersebut akan sulit memejamkan mata setelahnya. Tapi, bagi sebagaian besar orang, seks memberi dampak menenangkan sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.
Perut kenyang memicu mimpi buruk
Belum ada penelitian yang mengaitkan antara makanan dengan mimpi buruk. Tapi, makan kenyang sebelum tidur memang bisa menimbulkan gangguan karena saat perut dalam kondisi penuh aliran darah akan lebih banyak mengarah ke pencernaan dibanding ke organ tubuh lainnya. Lagipula, tidur dalam kondisi perut kenyang biasanya tidak nyaman sehingga mengganggu tidur.

Susu membuat tidur lebih lelap
"Susu hangat memang bisa membuat tubuh lebih rileks, namun tidak ada kandungan spesifik dari susu yang membuat kita mudah mengantuk," kata Gehrman


 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes